TIKUS MENJADI HEWAN SUPER
Sebagian masyarakat dan petani di daerah cawas, menganggap hama tikus sebagai suatu kiriman ‘Ratu penguasa pantai selatan’ dan mereka menyebutnya dengan istilah ‘raden bagus’. Saya pun tidak mengerti apa maksudnya itu semua. Saya kadang merasa heran, anak sendiri saja tidak pernah dipanggil ‘den bagus’, kenapa tikus saja dipanggil seperti itu?. Sebagian mereka yang menyebut demikian karena secara psikologis mereka sudah cukup jengkel dengan hama satu ini, mulai dari populasinya yang kian meningkat drastis dan juga sudah kebalnya tikus ini dengan sejumlah racun yang mereka berikan. Entahlah, saya mencoba mengutarakan yang ilmiah saja.
Tikus merupakan salah satu hewan mamalia (menyusui anaknya), tikus juga termasuk hewan pengerat (rodent) inilah yang membuat tikus harus terus mengasah giginya yang akan terus tumbuh untuk mendapatkan ukuran yang pas. Hewan ini menjadi hama yang spesial bagi pertanian, khususnya padi, karena hewan ini menyerang dari mulai persemaian hingga masa panen dan dalam penyimpanan (gudang). Itulah kenapa disebut hama spesial, karena hewan pengerat ini menjadi hama padi dalam satu siklus perkembangbiakan padi.
Tikus mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dimana dia tinggal. Hewan ini juga termasuk hewan yang produktif,”tikus betina mengandung selama 21 hari dan menyusui anaknya dalam waktu 21 hari. Tikus bisa mengandung dan menyusui dalam waktu bersamaan, dan tikus tersebut kawin lagi hanya dalam selang waktu 48 jam setelah melahirkan”.(Meehan,1984) darihttp://bbpadi.litbang.deptan.go.id. Itulah kenapa hewan ini semakin pesat populasinya sehingga sangat merepotkan bagi pertanian.
Cara yang paling efektif mencegah populasi tikus yang semakin meningkat adalah dengan penggeropyokan masal. Cara ini dianggap cukup efektif karena dapat membasmi tikus hingga ke sarang-sarangnya dari induk hingga anak-anaknya. Penggeropyokan masal biasanya dilakukan pra tanam atau pasca panen, dalam masa itu lahan pertanian dalam keadaan bera,sehingga lebih leluasa dalam pelaksanaannya.
