Jumat, 11 Januari 2013

My Story

Beautiful city - PARE


Hallo all J sebelumnya perkenalkan dulu, namaku Nabila Amalia Rizki. Atau teman – teman sekolahku suka memanggilku nabila atau dengan sebutan jae.
Kali ini aku akan menceritakan kisahku yang paling terindah ini.

Bermula pada saat aku dan teman – teman duduk dikelas 7. Para orang tua kami merencanakan untuk membawa kami ke pare, sebuah kabupaten kecil di kota yang kecil pula, kediri. Pada saat itu, aku senang bisa ke tempat itu, apalagi bersama dengan teman-temanku yang aku sayangi. Mungkin kunjunganku ke pare ini bukan hanya untuk berlibur, tapi untuk belajar dan memperdalam kemampuan bahasa inggrisku. Aku ke pare untuk belajar di suatu tempat yang dikenal sebagai tempatnya bahasa inggris, yakni disebut dengan kampung inggris.

Hmm, diawali dengan berkumpulnya kami di depan “giant” untuk menunggu bus yang akan mengantarkan kita ke tempat tersebut. Aku dan teman-teman menunggu hingga hampir satu jam, tapi aku rasa bus ini ada sesuatu dijalan sehingga tidak datang sesuai waktu yang telah ditentukan. Akhirnya kami dan para orang tua pun mulai gelisah, karena sudah semakin lama kami menunggu dan waktu yang terus berjalan.  Setelah menunggu cukup lama, akhirnya bus yang kami tunggu-tunggu pun datang. Kami segera memasukkan barang-barang kami kedalam bagasi bus dan masuk kedalam bus untuk bersiap di tempat duduk dan siap untuk berangkat. Kami berangkat dari Gresik menuju kediri. Aku rasa cukup jauh perjalanan, tapi perjalanan sejauh apapun  tak akan terasa bila kita melalui perjalanan dengan sahabat. Dan tidak sedetik waktu pun kami lewatkan untuk bercanda bareng, tertawa bersama dan merencanakan apa yang ingin kita lakukan di pare.

Perjalanan yang cukup jauh pun akhirnya telah kami lewati. Sampailah kita ditempat yang kami tuju sejak tadi. Aku rasa ini desa. Dengan hawa yang tidak terlalu panas dan masih terdapat banyak sawah diantara bangunan yang berdiri. Kita pun turun dari bus dan segera mengambil koper kita. Aku melihat terdapat bangunan yang tak begitu besar namun ramai dengan anak-anak yang ingin belajar bahasa inggris dan menunjukkan antusiasme mereka. Aku lihat didepan gedung tersebut terdapat spanduk selamat datang yang tertulis nama sekolah kita, cukup bangga dengan sambutan mereka terhadap kami, aku rasa aku bisa seminggu disini tanpa orang tua, hanya ada sahabat, teman baru, dan juga guru baru. Mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk kami saling mengenal teman baru. Tapi hal itu tidak terlalu sulit untuk ditaklukan.

Okey, hari pertama kami dibawa ke tempat penginapan kami, tempatnya bersih, cukup luas, dan tentunya banyak anak-anak dari sekolah lain pula. Kali ini kami tak langsung belajar. Kami beristirahat sejenak dan  pada jam 4 sore nanti barulah kami belajar. Sangat capek dengan perjalanan yang aku rasa melelahkan itu. Kami pun didalam kamar bermain bersama, biasalah kami sudah befikir untuk tidak menghilangkan kebiasaan bermain kita walaupun  kami disini dalam rangka belajar. Setelah jam 4 sore kita pun mandi dan bergegas pergi ke gedung yang kami kunjungi pada awal tadi kami datang. Disana kami disambut bahagia oleh para guru dan teman-teman yang baru. Aku mencoba akrab dengan teman-teman baru, sebut saja namanya mbak memel, mbak ayu, mbak chacha, mbak riris, mbak rizki, dan masih banyak lagi. Aku sebut mereka dengan sebutan  mbak karena mereka memang berumur lebih tua dari aku dan juga teman-temanku. Aku juga punya teman baru yang lebih muda dari aku, sebut saja kevin. Kami pun memperkenalkan diri kita masing-masing. Dan mulai saat itu, kami pun mulai akrab satu sama lain.

Setelah belajar, kami pun sholat maghrib berjamaah dan juga makan malam bersama. Tak pernah ku rasakan sebelumnya makan bersama orang banyak dan bahkan aku tak mengenalinya satu-satu selain sahabatku sendiri. Jujur sebenarnya aku cukup takut berada ditempat ini tanpa orang tua, karena aku adalah anak yang cukup pemalu dan tidak mudah bergaul dengan orang baru.
Setelah makan malam, kami pun belajar kembali dengan teman yang sama namun guru yang berbeda. Hari ini tidak terlalu sulit. Aku bisa melewati ini dengan sukses dan penuh pengalaman. Kami pun tidur dikamar yang telah ditentukan. Tak sabar menunggu esok, dan melihat matahari menyambut kami terbangun.

Pada hari kedua, kami cukup bahagia dengan hari ini. Hari memiliki agenda yang beda dengan hari kemarin. Hari ini adalah outbond bersama. Yaa, kami bangun agak pagi dan mempersiapkan bekal yang akan kami bawa. Setelah siap, kami pun berkumpul di tempat kami belajar. Kami menunggu angkutan yang akan membawa kami pergi ke suatu tempat yang kami sama sekali tidak tahu tempat tersebut . kami hanya mengikuti instruksi. Setelah lama menunggu, akhirnya tranportasi kami pun datang. Bukan mobil, bukan bus, buka pula angkutan umum. Tapi hanyalah kereta kelinci yang di pegang kendali oleh sebuah sepeda motor. Setelah kami menaiki kereta tersebut, tak lama kami pun sampai ketempat tujuan kami. Tempat ini bagus, dengan sebuah candi berdiri. Namanya candi surowono.

Setelah kami berfoto bersama di candi tersebut, kami pun kembali ke kereta kelinci dan bergegas menuju tempat yang selanjutnya.   Yakni sebuah gua. Gua ini cukup dalam dengan pemandangan yang sangat indah. Terdapat air terjun di tengah-tengah perjalanan didalam gua itu. Kami pun memasuki gua tersebut. Cukup tinggi dan volume airnya pun banyak. Hampir semua kaki pun masuk ke dalam air tersebut. Kami menelusuri gua tersebut. Nyali kami terasa tertantang karena didalam gua tersebut sangat gelap tidak ada satupun cahaya yang matahari yang masuk. Hanyalah lampu senter kecil yang tidak semua anak memegang senter tersebut. Perjuangan dan kerjasama adalah kunci nomer satu agar kami bisa sampai ke akhir gua tersebut dengan selamat dan meninggalkan pengalaman serta memori menarik digua itu. setelah kurang lebih setengah jam kami menelusuri gua tersebut, akhirnya kami sampai pada akhir gua tersebut. Setelah itu kami beristirahat sejenak dan membeli sebotol minuman. Setelah itu kami kembali ke kereta kelinci dan menuju ke tempat selanjutnya. Tempat itu adalah kolam renang. Kolam yang cukup luas ini cukup untuk kami membersihkan diri dan makan siang. Sehabis kami semua puas dan telah kenyang, kami pun pulang ke penginapan kami dengan kereta kelinci. Terasa capek memang perjalanan ini, tapi kami sangat bahagia dan menikmati liburan kami. Kami pun beristirahat.

Pada hari ketiga, keempat,  kelima, dan keenam kami pun melewati kegiatan yang sama dengan hari yang pertama. Hanya belajar. Namun pada pelajaran kali ini kami tak saling diam. Kami saling respect dan bahkan saling iseng satu sama lain. Mungkin karena kita sudah mulai akrab dan dekat sehingga kami dapat berkumpul bersama. Pada sorenya,  sekitar pukul tiga waktu setempat, kami menyempatkan waktu untuk membeli sedikit oleh-oleh khas pare. Kami membeli gantungan kunci, kaos, topi, dan lain sebagainya. Semuanya bertuliskan tentang kampung inggris. Setelah itu kami belajar dan mempersiapkan hari terakhir kami besok untuk menjalani exam. Kami pun bekerja keras supaya mendapatkan nilai yang bagus dan waktu seminggu kami disini tidak terbuang begitu saja.

Hari demi hari telah aku lewati dengan penuh rintangan dan tentunya pengalaman. Setelah aku exam, aku dan teman-teman akan merencanakan  untuk mengabadikan foto ditempat yang indah ini. Kami pun berfoto ria di pare. Dan pada sore harinya, kami akan dijemput oleh orang tua kami disini. Aku tak pernah membayangkan begitu bahagianya aku karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan orang tua yang selama ini hanya mengabari dengan menggunakan telephone. Tapi disisi bahagia, aku juga merasakan kesedihan karena aku harus berpisah dengan sahabat baru aku yang aku sayangi. Waktu pun berjalan dengan cepatnya hingga waktu kami pulang pun tiba. Mungkin ini memang sulit untuk dilakukan. Tapi aku harus pulang. Akhirnya setelah kami berpamitan, akhirnya kami pun pulang. Dengan rasa sedih bercampur bahagia, aku pun memasuki bus yang telah menjemput kami. Kami pun kembali ke gresik dengan membawa pengalaman indah yang tak akan terlupakan untuk selamanya. Aku tak akan melupakanmu sobat baruku.

Oke, itu adalah cerita pengalaman yang aku share. Semoga ceritanya bagus dan menginspirasi 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar