Hallo all J
sebelumnya perkenalkan dulu, namaku Nabila Amalia Rizki. Atau teman – teman sekolahku
suka memanggilku nabila atau dengan sebutan jae.
Kali ini aku akan menceritakan kisahku yang paling terindah
ini.
Bermula pada saat aku dan teman – teman duduk dikelas 7. Para
orang tua kami merencanakan untuk membawa kami ke pare, sebuah kabupaten kecil
di kota yang kecil pula, kediri. Pada saat itu, aku senang bisa ke tempat itu,
apalagi bersama dengan teman-temanku yang aku sayangi. Mungkin kunjunganku ke
pare ini bukan hanya untuk berlibur, tapi untuk belajar dan memperdalam
kemampuan bahasa inggrisku. Aku ke pare untuk belajar di suatu tempat yang
dikenal sebagai tempatnya bahasa inggris, yakni disebut dengan kampung inggris.
Hmm, diawali dengan berkumpulnya kami di depan “giant” untuk
menunggu bus yang akan mengantarkan kita ke tempat tersebut. Aku dan
teman-teman menunggu hingga hampir satu jam, tapi aku rasa bus ini ada sesuatu
dijalan sehingga tidak datang sesuai waktu yang telah ditentukan. Akhirnya kami
dan para orang tua pun mulai gelisah, karena sudah semakin lama kami menunggu
dan waktu yang terus berjalan. Setelah menunggu
cukup lama, akhirnya bus yang kami tunggu-tunggu pun datang. Kami segera
memasukkan barang-barang kami kedalam bagasi bus dan masuk kedalam bus untuk bersiap
di tempat duduk dan siap untuk berangkat. Kami berangkat dari Gresik menuju
kediri. Aku rasa cukup jauh perjalanan, tapi perjalanan sejauh apapun tak akan terasa bila kita melalui perjalanan
dengan sahabat. Dan tidak sedetik waktu pun kami lewatkan untuk bercanda
bareng, tertawa bersama dan merencanakan apa yang ingin kita lakukan di pare.
Perjalanan yang cukup jauh pun akhirnya telah kami lewati. Sampailah
kita ditempat yang kami tuju sejak tadi. Aku rasa ini desa. Dengan hawa yang
tidak terlalu panas dan masih terdapat banyak sawah diantara bangunan yang
berdiri. Kita pun turun dari bus dan segera mengambil koper kita. Aku melihat
terdapat bangunan yang tak begitu besar namun ramai dengan anak-anak yang ingin
belajar bahasa inggris dan menunjukkan antusiasme mereka. Aku lihat didepan
gedung tersebut terdapat spanduk selamat datang yang tertulis nama sekolah
kita, cukup bangga dengan sambutan mereka terhadap kami, aku rasa aku bisa
seminggu disini tanpa orang tua, hanya ada sahabat, teman baru, dan juga guru
baru. Mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk kami saling mengenal teman
baru. Tapi hal itu tidak terlalu sulit untuk ditaklukan.
Okey, hari pertama kami dibawa ke tempat penginapan kami,
tempatnya bersih, cukup luas, dan tentunya banyak anak-anak dari sekolah lain
pula. Kali ini kami tak langsung belajar. Kami beristirahat sejenak dan pada jam 4 sore nanti barulah kami belajar. Sangat
capek dengan perjalanan yang aku rasa melelahkan itu. Kami pun didalam kamar
bermain bersama, biasalah kami sudah befikir untuk tidak menghilangkan kebiasaan
bermain kita walaupun kami disini dalam
rangka belajar. Setelah jam 4 sore kita pun mandi dan bergegas pergi ke gedung
yang kami kunjungi pada awal tadi kami datang. Disana kami disambut bahagia
oleh para guru dan teman-teman yang baru. Aku mencoba akrab dengan teman-teman
baru, sebut saja namanya mbak memel, mbak ayu, mbak chacha, mbak riris, mbak
rizki, dan masih banyak lagi. Aku sebut mereka dengan sebutan mbak karena mereka memang berumur lebih tua
dari aku dan juga teman-temanku. Aku juga punya teman baru yang lebih muda dari
aku, sebut saja kevin. Kami pun memperkenalkan diri kita masing-masing. Dan mulai
saat itu, kami pun mulai akrab satu sama lain.
Setelah belajar, kami pun sholat maghrib berjamaah dan juga
makan malam bersama. Tak pernah ku rasakan sebelumnya makan bersama orang banyak
dan bahkan aku tak mengenalinya satu-satu selain sahabatku sendiri. Jujur sebenarnya
aku cukup takut berada ditempat ini tanpa orang tua, karena aku adalah anak
yang cukup pemalu dan tidak mudah bergaul dengan orang baru.
Setelah makan malam, kami pun belajar kembali dengan teman
yang sama namun guru yang berbeda. Hari ini tidak terlalu sulit. Aku bisa
melewati ini dengan sukses dan penuh pengalaman. Kami pun tidur dikamar yang
telah ditentukan. Tak sabar menunggu esok, dan melihat matahari menyambut kami
terbangun.
Pada hari kedua, kami cukup bahagia dengan hari ini. Hari memiliki
agenda yang beda dengan hari kemarin. Hari ini adalah outbond bersama. Yaa,
kami bangun agak pagi dan mempersiapkan bekal yang akan kami bawa. Setelah siap,
kami pun berkumpul di tempat kami belajar. Kami menunggu angkutan yang akan
membawa kami pergi ke suatu tempat yang kami sama sekali tidak tahu tempat
tersebut . kami hanya mengikuti instruksi. Setelah lama menunggu, akhirnya
tranportasi kami pun datang. Bukan mobil, bukan bus, buka pula angkutan umum. Tapi
hanyalah kereta kelinci yang di pegang kendali oleh sebuah sepeda motor. Setelah
kami menaiki kereta tersebut, tak lama kami pun sampai ketempat tujuan kami. Tempat
ini bagus, dengan sebuah candi berdiri. Namanya candi surowono.
Setelah kami berfoto bersama di candi tersebut, kami pun kembali
ke kereta kelinci dan bergegas menuju tempat yang selanjutnya. Yakni sebuah
gua. Gua ini cukup dalam dengan pemandangan yang sangat indah. Terdapat air
terjun di tengah-tengah perjalanan didalam gua itu. Kami pun memasuki gua
tersebut. Cukup tinggi dan volume airnya pun banyak. Hampir semua kaki pun
masuk ke dalam air tersebut. Kami menelusuri gua tersebut. Nyali kami terasa
tertantang karena didalam gua tersebut sangat gelap tidak ada satupun cahaya
yang matahari yang masuk. Hanyalah lampu senter kecil yang tidak semua anak
memegang senter tersebut. Perjuangan dan kerjasama adalah kunci nomer satu agar
kami bisa sampai ke akhir gua tersebut dengan selamat dan meninggalkan
pengalaman serta memori menarik digua itu. setelah kurang lebih setengah jam
kami menelusuri gua tersebut, akhirnya kami sampai pada akhir gua tersebut. Setelah
itu kami beristirahat sejenak dan membeli sebotol minuman. Setelah itu kami
kembali ke kereta kelinci dan menuju ke tempat selanjutnya. Tempat itu adalah
kolam renang. Kolam yang cukup luas ini cukup untuk kami membersihkan diri dan
makan siang. Sehabis kami semua puas dan telah kenyang, kami pun pulang ke
penginapan kami dengan kereta kelinci. Terasa capek memang perjalanan ini, tapi
kami sangat bahagia dan menikmati liburan kami. Kami pun beristirahat.
Pada hari ketiga, keempat, kelima, dan keenam kami pun melewati kegiatan
yang sama dengan hari yang pertama. Hanya belajar. Namun pada pelajaran kali
ini kami tak saling diam. Kami saling respect dan bahkan saling iseng satu sama
lain. Mungkin karena kita sudah mulai akrab dan dekat sehingga kami dapat
berkumpul bersama. Pada sorenya, sekitar
pukul tiga waktu setempat, kami menyempatkan waktu untuk membeli sedikit
oleh-oleh khas pare. Kami membeli gantungan kunci, kaos, topi, dan lain
sebagainya. Semuanya bertuliskan tentang kampung inggris. Setelah itu kami
belajar dan mempersiapkan hari terakhir kami besok untuk menjalani exam. Kami pun
bekerja keras supaya mendapatkan nilai yang bagus dan waktu seminggu kami
disini tidak terbuang begitu saja.
Hari demi hari telah aku lewati dengan penuh rintangan dan
tentunya pengalaman. Setelah aku exam, aku dan teman-teman akan merencanakan untuk mengabadikan foto ditempat yang indah
ini. Kami pun berfoto ria di pare. Dan pada sore harinya, kami akan dijemput
oleh orang tua kami disini. Aku tak pernah membayangkan begitu bahagianya aku
karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan orang tua yang selama ini hanya
mengabari dengan menggunakan telephone. Tapi disisi bahagia, aku juga merasakan
kesedihan karena aku harus berpisah dengan sahabat baru aku yang aku sayangi. Waktu
pun berjalan dengan cepatnya hingga waktu kami pulang pun tiba. Mungkin ini
memang sulit untuk dilakukan. Tapi aku harus pulang. Akhirnya setelah kami
berpamitan, akhirnya kami pun pulang. Dengan rasa sedih bercampur bahagia, aku pun
memasuki bus yang telah menjemput kami. Kami pun kembali ke gresik dengan
membawa pengalaman indah yang tak akan terlupakan untuk selamanya. Aku tak akan
melupakanmu sobat baruku.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar